October 31, 2019

Bio-Oil Dry Skin Gel : Oil-based Gel? [BEAUTY REVIEW]

Specialist dry skin formulation 
#NoMoreDrySkin with #BioOilDrySkinGel


Hai semuanya!

As you can see from the title, hari ini gue mau review salah satu gel untuk kulit kering yang belum lama ini masuk ke Indonesia yaitu Bio-Oil Dry Skin Gel.

Sebelum masuk ke produknya, kalian tau ngga sih 3 fungsi penting yang harus ada dalam sebuah moisturizer? Ada emollient, occlusive, dan humectant. Buat skincare enthusiast, mungkin 3 kata ini sudah nggak asing ya. Meskipun sama-sama bertujuan untuk melembapkan, cara kerja ketiga fungsi ini berbeda. 

  1. Emollient bekerja dengan cara mengisi celah yang terdapat pada sel-sel kulit, contoh penggunaannya adalah cocoa butter, shea butter, dan plant oil.
  2. Occlusive bekerja dengan cara mengunci kelembapan kulit supaya tidak menguap. Fungsi ini dapat ditemukan dengan menggunakan produk yang mengandung petrolatum, wax, dan silicon.     
  3. Humectant bekerja dengan cara menarik dan mengikat molekul air dari luar. Beberapa contoh kandungan humectant adalah glycerin, urea, dan hyaluronic acid.   

  Bio-Oil Dry Skin Gel    
Sudah pada tau Bio-Oil kan sebelumnya? Kalau belum, Bio-Oil ini cukup terkenal dengan satu-satunya produk mereka sebelum Dry Skin Gel ini launching, yaitu Bio-Oil Skincare Oil. Produk yang berbentuk oil ini diformulasikan untuk bekas luka, peregangan kulit (stretch marks), warna kulit tidak merata, penuaan kulit dan dehidrasi kulit. Setelah lebih dari 30 tahun, Bio-Oil akhirnya mengeluarkan produk kembali, Bio-Oil Dry Skin Gel.

Bio-Oil Dry Skin Gel merupakan produk berbentuk gel yang diformulasikan untuk kulit kering. Tidak seperti kebanyakan produk pelembab lainnya yang lebih banyak mengandung air, produk ini hanya mengandung air sebanyak 3%. Mengapa? Karena ternyata kulit kita bersifat water-hating sehingga Bio-Oil menciptakan produk yang berbahan dasar oil tapi berbentuk gel agar tetap nyaman saat diaplikasikan ke kulit. Oil yang terkandung dalam produk ini sebanyak 87%, selain itu ada juga humectant sebanyak 10%.

Produk ini sudah tersedia di berbagai drug store, bahkan minimarket. Buat yang suka belanja online, tenang aja, official storenya sudah ada di berbagai e-commerce, salah satunya Shopee, tempat gue beli produk ini. Dry Skin Gel ini punya 3 ukuran berbeda yaitu 50ml, 100ml, dan 200ml. Gue sendiri beli yang 50ml untuk coba terlebih dahulu. Kemasan 50ml ini juga enak banget buat dibawa kemana-mana karena nggak makan banyak tempat.        

Ingredients:
Paraffinum Liquidum, Isopropyl Palmitate, Triisononanoin, Cetearyl Ethylhexanoate, Glycerin, Butyrospermum Parkii Butter, Aqua, Isopropyl Myristate, Urea, Caprylic/Capric Triglyceride, Isostearyl Isostearate, C26-28 Alkyl Dimethicone, Sodium Lactate, Gluconolactone, Sodium PCA, Sodium Hyaluronate, Octyldodecyl PCA, Sucrose Laurate, Sucrose Stearate, Lactic Acid, Lanolin, Butylene Glycol, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Bisabolol, Helianthus Annuus Seed Oil, Silica, Glycine Soja Oil, BHT, Retinyl Palmitate, Tocopheryl Acetate, Niacinamide, Linoleic Acid, Linolenic Acid, Tocopherol, Anthemis Nobilis Flower Oil, Calendula Officinalis Extract, Rosmarinus Officinalis Leaf Oil, Lavandula Angustifolia Oil, Parfum, Citronellol, Farnesol, Limonene, Linalool, CI 17200.


PACKAGING
Produknya datang tanpa box, tadinya agak kaget juga, 'loh ini serius nggak ada boxnya?' tapi setelah dilihat-lihat ternyata produk ini ada sealnya jadi ngga perlu khawatir soal keamanan dan kehigienisan produk di dalamnya. Seperti yang bisa dilihat pada foto di bawah ini, sealnya itu yang ada di dekat tutupnya...     


.....dan foto di bawah ini adalah keadaan saat proses pembukaan sealnya.



Packagingnya berbentuk jar plastik dan enak untuk dibawa kemana-mana (terutama karena gue beli ukuran paling kecil), tapi nggak akan jadi masalah juga kalau kalian beli yang lebih besar karena packaging plastik gini nggak bikin tas jadi berat 😉 

Nah, selain itu, packaging produk ini cukup informatif, semua ingredients dan hal-hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan produk ini tertera lengkap di balik stiker produknya. 



Salah satu yang menjadi concern gue adalah saat membuka tutupnya. Penghubung antara tutup dengan badan produknya ini somehow terasa agak ringkih. Nggak akan mudah rusak juga sih hehe tapi memang terasa kurang kokoh. 



Dengan bentuknya yang jar, mungkin beberapa orang akan merasa kurang higienis ya kalo dicolek-colek langsung. Terutama karena produk ini bisa dipakai untuk wajah juga. Gue pribadi sih mungkin akan berpikir untuk membeli dua jar yang berbeda kalau memang produk ini rutin digunakan di wajah dan badan.    

TEKSTUR
Seperti namanya, produk ini bertekstur gel yang kalau diaplikasikan dan diratakan, finishnya seperti mengoleskan oil yang tidak lengket di kulit. Gelnya bening dengan hint warna pink. Selain itu, gel ini memiliki wangi yang agak 'berbeda'. Wanginya in between rempah dan lavender. Kalau gue sendiri waktu pertama mencium produk ini, gue langsung teringat dengan wangi salon/spa karena relaxing dan ada sedikit wangi rempahnya. Mungkin kalau untuk orang yang agak sensitif dengan wewangian dalam suatu produk, terutama jika diaplikasikan di wajah, akan kurang nyaman dengan wanginya yang lumayan tercium.   

KLAIM
Mengutip dari acara launchingnya, Bio-Oil Dry Skin Gel ini mengklaim bahwa produknya... 
  • Specialist dry skin formula
  • Absorbs easily into the skin
  • Hypoallergenic and non-comedogenic
  • Moisturize your skin better than any other products
  • 100% active ingredients to treat dry skin


BENER NGGAK SIH KLAIMNYA?
Sebelum mengupas klaimnya satu per satu, gue mau memberikan disclaimer kalau kulit badan gue itu cenderung normal to dry. Ada saat saat dimana kulit gue sangat kering sampai bersisik karena gue nggak rutin pakai body lotion dan jarang minum air mineral (oops i'm guilty for this). Sudah coba berbagai merk dengan banyak wangi yang enak tapi entah kenapa gue nggak bisa rutin pakainya, sering banget lupa atau malas.    
Sedangkan untuk kulit muka, nggak jauh beda. I have a normal to dry skin but also acne-prone. Kulit gue juga cenderung sensitif karena mudah banget gatal-gatal kalau kena debu, lupa ganti sarung bantal atau nggak cocok sama suatu produk. Biasanya akan ada burning sensation kalo gue nggak cocok sama suatu produk dan sekalinya digaruk, rednessnya akan menyebar hampir ke seluruh bagian muka. Jadi untuk muka, gue hati-hati banget dalam memilih produk karena kalau break out susah menghilangkan PIHnya 😞 

Specialist dry skin formula
Mengenal produk Bio-Oil sebelumnya, i can say that brand ini memang cukup concern dengan dry skin. Untuk klaim ini, gue setuju karena produknya berbahan dasar oil yang cocok untuk seal kelembapan di kulit kita. Setelah gue coba selama kurang lebih dua minggu di area kulit badan gue yang sangat kering (mata kaki, lutut, dan siku), area-area tersebut yang biasanya langsung 'putih-putih' saat discratch oleh kuku nggak terjadi lagi.   

Absorbs easily into the skin
Meskipun teksturnye gel, kalau 'easily' yang dimaksud di sini dalam konteks kecepatan menyerap, i have to disagree. Produk ini butuh waktu untuk menyerap sempurna, kurang lebih sekitar 5-10 menit setelah gue coba stopwatch. Nah, tapi yang gue suka, dari pertama apply sampai produk menyerap sempurna, nggak ada rasa lengket sama sekali. Kulit memang akan terlihat greasy dan mengkilap setelah diaplikasikan dry skin gel ini tapi nggak ada rasa berat di kulit. Gue membandingkan dengan produk occlusive sejenisnya, produk sejenis tersebut lengket dan stay on top of the skin (seperti nggak menyerap sempurna) and it's pretty annoying for me.
Anyway, friendly reminder, produk ini a little goes a looooooong way. Jadi jangan terlalu banyak kalau ambil produknya. Cukup se'colek' kecil seperti foto di bawah ini, sudah bisa dipakai untuk punggung tangan sampai sikut.     


before apply

after apply

Hypoallergenic and Non-comedogenic
Buat yang belum tau, hypoallergenic bukan berarti 100% bebas dari resiko alergi namun produk tersebut menggunakan seminimal mungkin bahan baku yang bisa menimbulkan reaksi alergi. Sedangkan non-comedogenic berarti produk tersebut tidak menyebabkan penyumbatan pori yang dapat menimbulkan komedo maupun jerawat.    
Karena gue nggak punya alergi khusus terhadap suatu ingredients so far, gue nggak bisa menyatakan bahwa produk ini hypoallergenic atau tidak. Tapi dari yang gue baca di website resmi Bio-Oil, mereka sudah melakukan uji klinis (Uji Kulit Sensitif, 2017) ke beberapa orang sebagai sampel termasuk ke orang yang memiliki alergi. Hasilnya tidak ada yang mengalami reaksi negatif setelah pemakaian produk.
Sedangkan untuk non-comedogenic, gue sudah mention sebelumnya kalau gue sangat picky terhadap produk yang akan mendarat di kulit wajah gue. Tapi sekitar seminggu yang lalu, gue mengalami pilek yang cukup heavy dan membuat gue harus membuang lendir dengan tisu berkali-kali. Hal ini menyebabkan kulit sekitar hidung gue iritasi, merah, dan mengelupas. Gue memutuskan untuk mengoleskan dry skin gel ini ke bagian sekitar hidung. Selama itu juga gue memerhatikan apakah bagian sekitar hidung gue ada clogged pores baru/memperparah clogged pores tapi senangnya memang produk ini memang terbukti non-comedogenic di kulit gue. 

Moisturize your skin better than any other products     
Menurut gue klaim ini cukup powerful karena tentunya ada banyak produk pelembap lainnya. As far as i tried any 'moisturizing' product baik itu untuk badan maupun wajah, menurut gue produk ini memang paling nyaman dan menjaga kelembapan kulit bahkan hingga seharian. Seperti yang gue ceritakan sebelumnya, gue memakai dry skin gel ini di kulit sekitar hidung saat iritasi dan mengelupas. Padahal setiap melakukan skincare routine, gue sudah fokus apply sedikit lebih banyak ampoule di area tersebut tapi tetap mengelupas kembali saat bergesekan dengan tisu. Setelah penggunaan dry skin gel, dalam 3 hari kulit di area tersebut nggak kelupas lagi meskipun masih bergesekan dengan tisu. 

100% active ingredients to treat dry skin 
Ngomongin soal ingredients, memang cukup menarik sih ingredients produk ini. Ada beberapa plant oil yang memang terkenal untuk treat kulit sensitif seperti calendula, chamomile, lavender dan rosemary oil. Selain itu, ada juga retinol dan niacinamide loh!  Retinol terkenal dengan fungsinya yang dapat merangsang pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Sementara niacinamide dikenal dapat menjaga kelembapan kulit karena kandungan vitamin B3nya. Going to agree with this claim because their ingredients are so rich with active ingredients that will help to treat dry skin.

To wrap it up....
Produk ini sangat worth-it untuk dicoba terutama oleh orang-orang yang memiliki tipe kulit dry. Gue pribadi lebih prefer menggunakan produk ini sebagai spot treatment untuk area-area yang butuh perhatian lebih (alias kering kerontang 😜). 
Untuk referensi lebih lanjut, di sini gue cantumkan link website official Bio-Oil yang menyediakan informasi mengenai uji klinis setiap produk secara detail mulai dari tujuan, detail sampel yang mencoba produknya sampai hasil dari uji klinis tersebut.
Untuk review-review dari pengguna dry skin gel lainnya, gue suka baca di aplikasi maupun website Female Daily. Sampai saat ini produk ini mendapat 3.9 stars dan sudah direview oleh 20 users.

Overall rating? 4.5/5
Worth to try? Yes
Repurchase? Yes, for me

Terimakasih sudah membaca and see u on my next review!

1 comment

  1. Simply to follow up on the up-date of this topic on your web site and would really want to let you know how much I loved the time you took to write this beneficial post. Within the post, you actually spoke regarding how to actually handle this issue with all convenience. It would be my personal pleasure to collect some more concepts from your web-site and come as much as offer other folks what I learned from you. Many thanks for your usual terrific effort. where to buy numbing gel

    ReplyDelete

© novembre - quina alifa
Maira Gall